Kolaborasi Jamur dan Tabung Karbon Sukses Bersihkan Tanah Tandus Tercemar Solar
Riset terbaru membuktikan perpaduan jamur akar Piriformospora indica dan tabung karbon berukuran nano mampu mengurai limbah minyak solar sekaligus memangkas racun logam berat pada tanah tandus.
Pencemaran minyak solar dan tumpahan logam berat sering kali mengubah lahan subur menjadi tanah mati yang beracun. Kondisi ini makin parah ketika bencana kekeringan dan tingginya kadar garam melanda kawasan pertanian. Namun, sebuah terobosan ramah lingkungan kini hadir membawa harapan baru bagi pemulihan ekosistem tanah yang rusak parah tersebut. Periset ilmu tanah berhasil menggabungkan jamur mikoriza dan material tabung karbon nano untuk memulihkan tanah tercemar sekaligus melindungi tanaman pangan dari racun berbahaya.
Dalam laporan ilmiah di Journal of Advances in Environmental Health Research, peneliti Amir Hossein Baghaie membeberkan efektivitas metode ganda ini. Baghaie menanam tanaman triticale, sejenis gandum hibrida, pada tanah yang sengaja dicemari minyak solar bersama dua logam berat mematikan, timbal dan kadmium. Tanah uji tersebut juga diberi perlakuan kekeringan ekstrem serta kadar salinitas tinggi untuk meniru kondisi lahan kritis di wilayah tropis dan subtropis kering.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa tabung karbon multi-dinding (MWCNs) berukuran nano mampu mempercepat pembersihan senyawa minyak secara signifikan. Penambahan partikel karbon sebesar dua persen ke dalam tanah melonjakkan laju penguraian minyak solar hingga 15,6 persen pada kondisi tanah asin. Angka ini menjadi capaian tertinggi dalam riset tersebut, membuktikan bahwa nanomaterial sanggup bekerja optimal meski ekosistem tanah berada di bawah tekanan garam tinggi.
Material karbon nano bekerja mirip spons berdaya serap tinggi yang menangkap molekul hidrokarbon solar agar mikroba pengurai tanah lebih mudah mencernanya. Pada saat bersamaan, periset menyuntikkan jamur akar bermanfaat bernama Piriformospora indica ke dalam perakaran triticale. Kehadiran jamur ini menyumbang peningkatan penguraian solar sebesar 12 persen sekaligus memperkuat daya tahan tanaman terhadap dehidrasi tanah.
"Kunci keberhasilan metode ini terletak pada kerja sama antara pengkondisian fisik tanah dan kekuatan biologis jamur," ujar Amir Hossein Baghaie saat menjelaskan temuan risetnya. Menurut Baghaie, jamur merangsang perakaran tanaman agar tetap menyerap air secara leluasa walau tanah dipenuhi garam dan residu bahan bakar. Alhasil, mikrob lokal di sekitar perakaran mendapat pasokan energi yang cukup untuk melahap cemaran hidrokarbon.
Selain mengurai tumpahan solar, perpaduan ini sukses menekan penyerapan racun timbal dan kadmium ke dalam jaringan tanaman pangan. Kehadiran tabung karbon nano memangkas kandungan timbal hingga sekitar 14 persen dan menurunkan kadar kadmium hingga hampir 13 persen di pucuk tanaman. Pengikatan ion logam berat oleh partikel karbon mencegah racun berpindah ke rantai makanan manusia melalui hasil panen.
Selama ini, pemulihan lahan tercemar limbah minyak skala luas biasanya mengandalkan pengerukan tanah atau pembakaran kimiawi yang menelan biaya sangat mahal. Praktik konvensional tersebut justru kerap mematikan organisme penyubur tanah dan merusak struktur hara alami. Pendekatan berbasis jamur dan nanoteknologi menawarkan solusi restorasi biologis yang jauh lebih aman, hemat energi, serta menjaga keutuhan tanah lapisan atas.
Tantangan utama kini terletak pada ketersediaan material tabung karbon nano yang masih diproduksi secara terbatas di laboratorium. Penerapan skala lapangan membutuhkan formulasi karbon nano yang terjangkau agar petani di kawasan industri minyak dapat memanfaatkannya secara mandiri. Baghaie optimis bahwa integrasi mikoriza lokal dan sains material mutakhir bakal menjadi standar baru pemulihan kawasan pertanian tercemar di masa depan.
Komentar (0)
informasi Terkait
Banjir Informasi Digital, Riset Baru Dorong Literasi Visual Bagi Mahasiswa
Riset terbaru memetakan lonjakan studi literasi visual di kampus global, menyoroti tingginya produktivitas riset akademisi Indonesia sekaligus tantangan minimnya kolaborasi internasional.
Bisakah Buku Cerita Interaktif Menyelamatkan Periode Emas Anak dari Candu Layar?
Tim peneliti Universitas Negeri Malang merancang NUSA PLAY BOOK, media belajar interaktif berbasis kearifan lokal yang ampuh melatih motorik sekaligus mengurangi ketergantungan gawai pada anak usia dini.
Kerangka Riset Ilmiah Yang Mengubah Tebakan Pasar Menjadi Keputusan Terukur
Banyak calon manajer sempat mengambil keputusan penting bermodal firasat semata. Lewat kerangka metodologi bertahap, periset bisnis kini membedah dinamika pasar secara terukur dan presisi.
Jangan lewatkan informasi sains dan teknologi terbaru.
Dapatkan ringkasan informasi riset mingguan.